Nama : Fachrain Azis
NIM : 1825041025
1. Buatlah kesimpulan mengenai pengolahan sinyal yang telah dibahas pada Bab I ini !
KESIMPULAN PENGOLAHAN SINYAL
Sinyal berasal dari kata bahasa Inggris signal yang berarti tanda atau isyarat. Tetapi secara lebih khusus, yang dimaksud sinyal adalah besaran fisik yang berubah-ubah terhadap waktu, posisi, atau variabel bebas lain atau pun beberapa variabel bebas sekaligus. Secara matematis, sinyal dapat dinyatakan dalam suatu fungsi dari satu atau lebih variabel bebas, misalkan:
x(n) = cos(2 (0,3)n)
s(t) = 3t 2 + 10t
s(x,y) = 3x + 2xy + 10y 2
Diketahui atau kadang terlalu rumit untuk dirumuskan. Rumusan terakhir ini yang sering disebut sebagai sinyal acak (random signal) biasanya sinyal dinyatakan dalam fungsi-fungsi statistic
Berdasarkan nilai dan waktunya, sinyal dapat dibagi menjadi empat yaitu :
a. Sinyal waktu kontinyu nilai kontinyu (Continuous Time Signal Continuous Value).
b. Sinyal waktu kontinyu nilai diskrit (Continuous Time Signal Discrete Value).
c. Sinyal waktu diskrit nilai kontinyu (Discrete Time Signal Continuous Value)
d. Sinyal waktu diskrit nilai diskrit (Discrete Time Signal Discrete Value)
Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut :
Sinyal waktu kontinyu nilai kontinyu adalah sinyal yang muncul sepanjang waktu dengan nilai sembarang, atau dengan kata lain sinyal yang variabel bebas dan variabel terikatnya adalah variabel yang kontinyu, termasuk sinyal jenis pertama. Sinyal jenis ini sering disebut sebagai sinyal analog. Contoh sinyal jenis ini adalah sebagian besar sinyal-sinyal yang ada di alam. Sinyal waktu kontinyu nilai diskrit adalah sinyal yang muncul sepanjang waktu tetapi nilainya diskrit, atau dengan kata lain variabel bebasnya kontinyu sementara variabel terikatnya diskrit. Contohnya adalah sinyal yang mengalami kuantisasi. Dalam kegiatan sehari-hari hal ini terjadi misalnya pada kasus pembiayaan pengiriman SMS (short message service). Dalam hal ini yang dihitung adalah jumlah SMS, sementara itu jumlah karakter dalam satu SMS tidak diperhitungkan, baik penuh atau tidak, biaya pengirimannya sama, yaitu biaya pengiriman 1 SMS. Sinyal waktu diskrit nilai kontinyu adalah sinyal yang hanya muncul pada waktu-waktu tertentu dengan nilai sembarang, atau dengan kata lain mempunyai variabel bebas diskrit dan variabel terikat kontinyu, adalah termasuk sinyal jenis ketiga. Contoh sinyal ini adalah hasil pencuplikan (sampling) sinyal- sinyal alami.
Hal ini terlihat misalnya pada pengiriman data dari sensor-sensor di kawah gunung Merapi ke stasiun pengamat. Data tersebut dikirim secara berkala, tidak secara kontinyu. Sinyal waktu diskrit nilai diskrit adalah sinyal yang hanya muncul dalam waktu tertentu dan nilainya diskrit, atau dengan kata lain variabel bebas dan variabel terikatnya diskrit. Sinyal jenis ini disebut juga sinyal digital. Contoh sinyal jenis ini banyak ditemui dalam piranti-piranti digital seperti komputer digital, kontroler digital, filter digital dan lain-lain. Ada enam buah operasi – operasi dasar dalam sistem digital. Operasi – operasi sesungguhnya biasanya merupakan gabungan dua atau lebih operasi – operasi dasar.
• Penjumlahan sinyal Proses penjumlahan dua buah sinyal atau lebih menjadi satu sinyal baru disebut penjumlahan sinyal. Tujuan penjumlahan sinyal adalah untuk menjumlah nilai – nilai pada waktu.
• Perkalian sinyal Proses perkalian dua buah sinyal atau lebih menjadi satu sinyal baru disebut perkalian sinyal. Tujuan perkalian sinyal adalah untuk mengkali nilai – nilai pada waktu.
• Penjumlahan dengan konstanta Penjumlahan suatu sinyal dengan suatu konstanta dan menghasilkan suatu sinyal baru disebut penjumlahan dengan constant
• Perkalian dengan konstanta Perkalian suatu sinyal dengan suatu konstanta dan menghasilkan suatu sinyal baru disebut perkalian dengan konstanta.
• Pergeseran waktu Penggeseran suatu sinyal sebesar suatu konstanta dan menghasilkan suatu sinyal baru disebut pergeseran waktu.
• Pembalikan waktu Pembalikan waktu suatu sinyal dan menghasilkan suatu sinyal baru disebut pembalikan waktu
2. Carilah referensi lain mengenai Pengolahan Sinyal serta pengelompokan sinyal !
PENGOLAHAN SINYAL
Sinyal memegang peranan penting dalam kehidupan modern, karena saat ini masyarakat tidak lepas daritelekomunikasi terutama handphone, yang mana piranti ini sarat dengan pengolahan sinyal. Tanpa disadari di alam, sinyal juga dapat ditemukan di sekitar manusia dalam bentuk sinyal elektromagnetik tubuh makhluk hidup. Agar sinyal dapat bermanfaat sesuai kebutuhan manusia dengan efisien dan optimal, maka diperlukan pengolahan sinyal dengan menggunakan suatu sistem elektronika analog maupun yang digital. Diambil dari berbagai sumber, pengertian sinyal sangat bermacam, antara lain:
o Fungsi satu variabel atau lebih yang menunjukkan informasi dalam fisik fenomena alam.
o System berupa arus data yang mengalir melalui jalur transmisi
o Suatu indikator yang digunakan sebagai alat komunikasi
o Suatu impuls atau fluktuasi besaran listrik seperti tegangan, arus, kuat medan listrik, yang mengkodekan informasi.
o Suatu impuls elektronik atau gelombang radio yang dikirim atau diterima
Suatu kuantitas/besaran yang berubah-ubah. Seperti contoh di bawah, menggambarkan tegangan mikrofon sebagai fungsi waktu. Tegangan listrik yang dihasilkan oleh mikrofon sebagai respon terhadap ucapan ‘should’ dan ‘we’. Tegangan tersebut bersesuaian dengan tekanan akustik pada telinga, yang merupakan reaksi terhadap perubahan tekanan,
Sinyal analog, sinyal input masuk ke Analog Signal Processing (ASP), diberi berbagai perlakukan (misalnya pemfilteran, penguatan,dsb.) dan outputnya berupa sinyal analog. Proses pengolahan sinyal secara digital memiliki bentuk sedikit berbeda. Komponen utama system ini berupa sebuah processor digital yang mampu bekerja apabila inputnya berupa sinyal digital. Untuk sebuah input berupa sinyal analog perlu proses awal yang bernama digitalisasi melalui perangkat yang bernama analog-to-digital conversion (ADC), dimana sinyal analog harus melalui proses sampling, quantizing dan coding. Demikian juga output dari processor digital harus melalui perangkat digital-to-analog conversion (DAC) agar outputnya kembali menjadi bentuk analog. Ini bisa kita amati pada perangkat seperti PC, digital sound system, dsb.
PENGELOMPOKAN SINYAL
Klasifikasi sinyal dapat dibeda-bedakan menurut:
• Sinyal Analog dan Signal Digital
Sinyal analog adalah sinyal yang mempunyai nilai untuk setiap waktu, sinyal ini bersifat kontinyu terhadap waktu. Sinyal digital adalah sinyal yang tidak untuk setiap waktu terdefinisi, sinyal ini bersifat diskrit terhadap waktu. Sinyal digital berasal dari sinyal analog yang disampling, yang artinya mengambil nilai suatu sinyal analog mulai t=0, t=∆t, t=2∆t, t=3∆t dan seterusnya. Untuk mendapatkan sinyal waktu diskrit yang mampu mewakili sifat sinyal aslinya, proses sampling harus memenuhi syarat Nyquist: fs > 2 fi dimana fs = frekuensi sinyal sampling fi = frekuensi sinyal informasi yang akan disampel.
• Sinyal Rill dan Sinyal Kompleks
Sinyal riil merupakan sinyal yang bersifat riil untuk semua variabel. Sinyal kompleks merupakan sinyal yang mempunyai nilai yang kompleks ada faktor nilai imajiner. Adapun defenisi lain,Sinyal riil dan sinyal kompleks Sinyal riil merupakan sinyal yang bersifat riil untuk semua variabel Sedangkan sinyal kompleks merupakan sinyal yang mempunyai nilai yang kompleks, ada faktor nilai imajiner
• Signal Ganjil dan Genap
Sinyal genap mempunyai sifat: f(-t)=f(t)
• Sinyal Deterministik dan Sinyal Random
Sinyal deterministik merupakan sinyal yang nilainya secara lengkap untuk semua titik waktu sudah dikenal. Sinyal random mempunyai nilai random untuk waktu yang diberikan. Nilai-nilai sinyal random untuk setiap titiknya tidak diketahui dengan pasti, sehingga sinyal random hanya dibahas berdasarkan karakter statistik, misalnya nilai rata-rata dan nilai tengah.
REFERENSI :
1. Buku Ajar Sistem Isyarat Elektronik
2. https://adoc.tips/materi-pengolahan-sinyal-.html
3. https://docplayer.info/29837708-Materi-pengolahan-sinyal.html
Komentar
Posting Komentar