Sistem Isyarat Elektronik - Meringkas Materi Video 1 Filter Frekuensi Oleh Dosen Pengampu Dr. Hendra Jaya, S.Pd., M.T
Mata
Kuliah Sistem Isyarat Elektronik
Dr.
Hendra Jaya, S.Pd., M. T.
MERINGKAS MATERI VIDEO-1
FILTER FREKUENSI
OLEH:
FACHRAIN AZIS
1825041025
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
TAHUN 2020
FILTER FREKUENSI
Dalam
kehidupan kita sehari-hari kita banyak menjumpai filter, filter dari kata itu
sendiri adalah penyaring. Filter sendiri bermacam-macam, ada filter udara untuk
menyaring udara kotor agar menjadi bersih, filter/saringan kopi dan teh untuk
menyaring ampas kopi atau the, dan lain sebagainya. Kesemuanya diatas bertujuan
satu yaitu menyaring sesuatu agar mendapatkan apa yang kita inginkan. Di
elektronik kita pun mengenal filter. Filter disini adalah filter frekuensi,
dari namaya terlihat bahwa filter ini akan menyaring frekuensi. Frekuensi yang
ada kita saring sehingga hanya mendapatkan frekuensi yang kita inginkan.
Alat-alat listrik disekitar kita membutuhkan sumber tegangan agar dapat
bekerja, sumber tegangan sendiri dibagi menjadi dua yaitu sumber AC
(Alternating Current) atau Arus Bolak-Balik dan sumber DC (Direct Current) atau
Arus Searah. Frekuensi pada sumber tegangan DC adalah nol (0), sedangkan pada
sumber AC terdapat frekuensi yang berbeda-beda tergantung dari sumbernya.
Sumber listrik di rumah kita adalah AC, dengan tegangan 220 V dan frekuensi 50
Hz. Sinyal AC berbentuk gelombang sinusoidal, dimana untuk menempuh satu
gelombang sinyal dibutuhkan waktu
tertentu. Banyaknya gelombang dalam satu detik itulah yang dinamakan
frekuensi. Untuk lebih jelas lihat gambar berikut ini.
Pada
gambar tersebut untuk menempuh satu gelombang sinus dibutuhkan waktu 20 ms
(0,02 s) maka untuk mencari frekuensi sinyal tersebut digunakan rumus
f = 1/T = 1/20 = 50 Hz
Dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa
sinyal sinus tersebut mempunyai 50 Hz, untuk mencari waktu yang dibutuhkan
untuk satu gelombang kita hanya membalik rumus tersebut menjadi
T = 1/f = 1/50 = 0,02 s = 20 ms
Filter
frekuensi sendiri dibagi menjadi dua, yaitu filter aktif dan filter pasif.
Filter aktif disini adalah rangkaian filter dengan menggunakan
komponen-komponen elektronik pasif dan aktif seperti operational amplifier
(OP-AMP), transistor, dan komponen lainnya. Filter pasif adalah rangkaian
filter yang menggunakan komponen-komponen pasif saja, dimana komponen pasif itu
sendiri adalah resistor, kapasitor dan inductor. Perbedaan dari komponen aktif
dan pasif adalah pada komponen aktif dibutuhkan sumber agar dapat bekerja
(op-amp dan transistor membutuhkan sumber lagi agar dapat bekerja/digunakan),
sedangkan komponen pasif tidak membutuhkan sumber lagi untuk digunakan/bekerja.
Beberapa
keuntungan dan kerugian dari filter aktif dan pasif ialah filter aktif dapat
mengolah sinyal dengan amplitude yang kecil, dapat diatur penguatan outpunya
(diperkuat atau diperlemah), kualitas/respon yang lebih baik dari filter pasif,
mempunyai impedansi input yang tinggi an impedansi output yang rendah (system
yang baik impedansi input tinggi dan impedansi output rendah), sedangkan
kerugiannya adalah pada komponen yang dihasilkan panas, perlu sumber agar dapat
bekerja, terdapatnya pembatasan frekuensi dari komponen yang digunakan sehingga
pengaplikasian untuk frekuensi tinggi terbatas. Pada filter pasif keuntungan
adalah tidak membutuhkan sumber untuk bekerja, tidak menghasilkan panas, tidak
begitu banyak noise (sinyal gangguan yang tidak diinginkan) karena tidak adanya
penguatan, karena tidak adanya pembatasan frekuensi maka pada filter pasif
dapat diapliaksikan pada frekuensi tinggi sedangkan kerugiannya adalah tidak
dapat menguatkan sinyal, sulit untuk merancang filter yang
kualitasnya/responnya baik, impedansi input dan output tidak tentu dan
berbeda-beda, sehingga kurang baik dalam aplikasi.
Pada
kesempatan kali ini kita akan membahas tentang filter pasif, terdapat beberapa
filter frekuensi yaitu LPF (Low Pass Filter) yaitu filter yang melewatkan
frekuensi rendah, HPF (High Pass Filter) yaitu filter yang hanya melewatkan
frekeunsi tinggi, BSF (Band Stop Filter) atau terkadang disebut Band Reject
Filter (BRF) yaitu filter yang memilih frekuensi tertentu untuk tidak
dilewatkan dan melewatkan frekuensi lain, BPF (Band Pass Filter) yaitu filter
yang melewatkan frekuensi tertentu dan tidak melewatkan frekuensi lain
(kebalikan dari BSF), APF (All Pass Filter) yaitu filter yang melewatkan semua
frekuensi, fungsi filter ini hanya merubah fase dari input. Yang akan kita
bahas disini adalah LPF, HPF, BSF dan BPF. Pada filter ada yang disebut
frekuensi cut off, dimana frekuensi ini adalah frekuensi yang menjadi batas
untuk melewatkan atau menghalangi sinyal masukan yang mempunyai frekuensi yang
lebih tinggi maupun frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cut off. Contoh
pada LPF jika diketahui bahwa frekuensi cut off adalah 1000 Hz maka filter ini
hanya melewatkan frekuensi dari 0 Hz hingga 1000 Hz, untuk frekuensi diatas
1000 Hz akan disaring/dilewatkan.
Gambar
Respon untuk filter ideal (lewat dari frekuensi cut off sinyal langsung hilang)
Gambar
Respon untuk filter praktis (lewat dari frekuensi cut off sinyal tidak langsung
hilang)
Pada
filter kita menggunakan Induktor dan Kapasitor, kedua komponen ini hambatannya
tergantung dari frekuensi, sifat inilah yang dimanfaatkan untuk membuat filter.
Filter menggunakan prinsip pembagi tegangan. Dari pembagian tegangan inilah
jika kita gambarkan responnya akan terbentuk filter.
Xc= 1/ 2π . f . c
|
Dimana
: Xc = Hambatan Kapasitor ( Reaktansi Kapasitif ) f = Frekuensi π = 3.14 c = Besaran kapasitor ( dalam farad ) |
Hambatan Kapasitor dapat dicari dengan
rumus berikut ini
Dari
rumus tersebut terlihat bahwa hambatan kapasitor berbanding terbalik dengan
frekuensi, semakin kecil frekuensi, semakin besar hambatan kapasitor, demikian
pula sebaliknya semakin besar frekuensi semakin kecil nilai hambatan kapasitor.
Hambatan
Induktor dapat dicari dengan rumus berikut ini :
|
XL = 2π. f. L Dimana
: XL = Hambatan Induktor ( Reaktansi Induktif ) f = Frekuensi π = 3.14 L = Besaran Induktor ( dalam henry ) |
Dari
rumus tersebut terlihat bahwa hambatan induktor berbanding lurus dengan
frekuensi, semakin kecil frekuensi, semakin kecil hambatan induktor, demikian
pula sebaliknya semakin besar frekuensi semakin besar nilai dari hambatan
induktor.





Komentar
Posting Komentar